Kepindahan Karim Benzema ke Al Hilal akhirnya resmi terwujud setelah melalui proses panjang dan penuh penundaan. Penyerang legendaris asal Prancis itu meninggalkan Al Ittihad dan bergabung dengan rival langsung di Liga Pro Saudi, sebuah langkah yang langsung mengundang sorotan besar.

Pengumuman resmi dilakukan Al Hilal melalui media sosial klub, menandai berakhirnya spekulasi yang berkembang selama beberapa pekan terakhir. Benzema memutuskan hengkang meski kontraknya bersama Al Ittihad masih tersisa enam bulan dan sempat ditawari perpanjangan.
Penolakan Benzema terhadap kontrak baru disebut karena ia merasa perlakuan klub tidak lagi menghargai status dan kontribusinya. Situasi ini membuka jalan bagi Al Hilal untuk bergerak cepat mengamankan tanda tangannya.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Peran PIF dan Dinamika Internal Klub Arab Saudi
Proses transfer Benzema tidak berjalan mulus karena sempat tertahan oleh Kementerian Olahraga Arab Saudi dan Dana Investasi Publik (PIF). Sebagai pemegang kendali kontrak pemain bintang di liga, PIF memiliki peran besar dalam menentukan arah kepindahan ini.
Menurut laporan, skema awal membuat Benzema nyaris bermain tanpa bayaran di sisa kontraknya bersama Al Ittihad. Hal tersebut menjadi salah satu alasan kuat mengapa PIF akhirnya mengatur kepindahannya ke Al Hilal.
Keputusan ini memperlihatkan kompleksitas tata kelola Liga Pro Saudi, di mana kepentingan klub, pemain, dan proyek besar liga harus berjalan seimbang. Transfer Benzema menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan terpusat dapat memengaruhi persaingan.
Baca Juga: Ronaldo Mengisyaratkan Hengkang dari Al Nassr Setelah Akhir Musim
Efek Domino: Ronaldo Murka dan Transfer Lain Menyusul

Kepindahan Benzema ke Al Hilal dikabarkan memicu kemarahan Cristiano Ronaldo. Bintang Al Nassr itu disebut kecewa karena merasa klubnya tidak mendapat dukungan investasi sebesar rival-rivalnya.
Sebagai bentuk protes, Ronaldo bahkan menolak bermain dalam satu pertandingan, menyoroti ketegangan internal yang muncul akibat kebijakan transfer ini. Situasi tersebut menambah panas persaingan antara klub-klub papan atas Saudi.
Di sisi lain, Al Ittihad bergerak cepat mencari pengganti. Youssef En-Nesyri disebut akan merapat ke Jeddah, sementara N’Golo Kante dipastikan meninggalkan Al Ittihad untuk bergabung dengan Fenerbahce di Turki.
Al Hilal Makin Perkasa dan Ancaman Nyata bagi Rival
Dengan kedatangan Benzema, Al Hilal semakin menegaskan statusnya sebagai klub tersukses di Arab Saudi. Koleksi 21 gelar liga dan empat gelar Asia menjadi bukti dominasi mereka di level domestik dan regional.
Dilatih Simone Inzaghi, Al Hilal tampil sebagai kekuatan yang sangat kompetitif. Musim lalu, mereka bahkan mengejutkan dunia dengan menyingkirkan Manchester City di Piala Dunia Antarklub.
Kini, kehadiran Benzema membuat Al Hilal menjadi ancaman serius bagi ambisi Cristiano Ronaldo meraih gelar liga pertamanya di Arab Saudi. Persaingan sengit ini dipastikan akan semakin memanaskan Liga Pro Saudi musim ini. Simak terus pembahasan sepak bola terupdate lainnya hanya di goalflight.com.
