Chelsea resmi mengakhiri kerja sama dengan Enzo Maresca setelah hubungan antara pelatih asal Italia itu dan jajaran petinggi klub mengalami keretakan. Keputusan ini menandai babak baru bagi The Blues yang kembali harus mencari nahkoda di tengah musim. Situasi internal klub disebut menjadi faktor utama di balik perpisahan tersebut.

Menurut sumber internal, Maresca merasa kewenangannya sebagai pelatih kepala terlalu dibatasi. Ia kerap menerima evaluasi teknis dari tim pendukung yang terdiri dari sejumlah direktur olahraga, sesuatu yang dinilai mengganggu ruang geraknya dalam mengelola tim.
Selain itu, Maresca juga disebut berselisih dengan departemen medis klub. Ia menilai pembatasan menit bermain beberapa pemain dilakukan secara berlebihan, sehingga berdampak pada performa tim secara keseluruhan di lapangan.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Liam Rosenior, Kandidat Terkuat Pilihan Internal
Di tengah pencarian pelatih baru, nama Liam Rosenior mencuat sebagai kandidat terkuat. Pelatih Strasbourg berusia 41 tahun itu dinilai paling sesuai dengan visi manajemen Chelsea saat ini. Faktor kepemilikan klub menjadi salah satu alasan utama menguatnya peluang Rosenior.
Strasbourg dan Chelsea berada di bawah naungan BlueCo, konsorsium investasi yang sama. Hal ini membuat Rosenior sudah memahami struktur, filosofi, dan pendekatan manajemen yang diterapkan Chelsea sejak diambil alih pada 2022.
Sumber internal menyebut Rosenior tampil mengesankan dalam diskusi internal. Gaya kepelatihannya yang modern, komunikatif, serta kemampuannya membangun tim dalam struktur klub yang kompleks menjadi nilai tambah besar bagi manajemen Chelsea.
Baca Juga: Matheus Cunha Dinilai Makin Mirip Eric Cantona di Lini Serang MU
Kandidat Lain Mulai Tersisih dari Bursa

Meski Rosenior berada di posisi terdepan, Chelsea tetap mempertimbangkan beberapa nama lain. Namun, sejumlah kandidat ternama mulai tersisih dari radar klub. Roberto De Zerbi, misalnya, tidak masuk pertimbangan meski sempat diwawancarai sebelum penunjukan Maresca.
Nama Cesc Fabregas juga tidak menjadi opsi serius. Mantan gelandang Chelsea yang kini melatih Como itu dinilai belum siap menangani tekanan besar di Stamford Bridge. Hal serupa berlaku untuk Oliver Glasner dari Crystal Palace.
Laporan lain sempat mengaitkan pelatih Porto, Francesco Farioli, dengan kursi panas Chelsea. Meski demikian, hingga kini Rosenior tetap menjadi nama yang paling kuat di antara kandidat yang ada.
Transisi Sementara dan Arah Keputusan Akhir
Sambil menunggu keputusan final, Chelsea menunjuk kepala akademi Calum McFarlane sebagai pelatih sementara. Ia dijadwalkan memimpin tim saat bertandang ke Stadion Etihad menghadapi Manchester City akhir pekan ini.
Penunjukan sementara ini menunjukkan Chelsea tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan permanen. Klub ingin memastikan pelatih baru benar-benar sejalan dengan struktur internal yang selama ini dipertahankan.
Jika akhirnya ditunjuk, Liam Rosenior akan menghadapi tantangan besar. Namun, dengan dukungan manajemen dan pemahaman mendalam soal struktur klub, ia berpeluang membuka era baru Chelsea yang lebih stabil dan terarah. Simak terus pembahasan sepak bola terupdate lainnya hanya di goalflight.com.
