AC Milan kembali menjadi sorotan setelah menggelontorkan dana sekitar 150 juta euro untuk mendatangkan enam pemain baru pada bursa transfer musim panas lalu. Namun, investasi besar ini justru menimbulkan tanda tanya karena tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pelatih Max Allegri.
Manajemen klub berharap kedatangan para pemain baru ini bisa meningkatkan kedalaman skuad dan kualitas tim di berbagai kompetisi. Namun, kenyataannya tidak semua rekrutan tersebut mampu langsung memberikan dampak signifikan di lapangan.
Situasi ini membuat munculnya kritik terkait arah kebijakan transfer Milan yang dinilai kurang sejalan dengan rencana taktik pelatih. Hal tersebut menjadi salah satu isu utama di internal klub musim ini.
Rekrutan Mahal Minim Menit Bermain
Beberapa nama besar yang didatangkan dengan harga tinggi justru belum mendapatkan banyak kesempatan bermain. Christopher Nkunku yang dibeli seharga 37 juta euro, Ardon Jashari senilai 36 juta euro, hingga Samuele Ricci dengan harga 23 juta euro masih kesulitan menembus tim utama.
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
Selain mereka, pemain seperti Pervis Estupinan, Zachary Athekame, dan David Odogu juga mengalami nasib serupa. Ketiganya belum menjadi pilihan utama dalam skema permainan Max Allegri di berbagai kompetisi. Data menunjukkan bahwa keenam pemain tersebut belum masuk dalam daftar pemain dengan menit bermain terbanyak.
Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas investasi besar yang telah dilakukan klub. Padahal, ekspektasi terhadap kontribusi mereka sangat tinggi mengingat nilai transfer yang dikeluarkan cukup besar. Kondisi ini membuat tekanan terhadap pemain maupun pelatih semakin meningkat.
Baca Juga:Â Manchester United Bidik Bintang Dortmund untuk Pertahanan Musim Depan
Peran Pemain Gratis dan Murah Lebih Dominan
Menariknya, pemain yang justru menjadi andalan utama Allegri bukan berasal dari pembelian mahal. Luka Modric yang didatangkan secara gratis dan Adrien Rabiot yang dibeli dengan harga murah justru tampil konsisten sepanjang musim.
Modric yang kini berusia 40 tahun masih menunjukkan kualitas luar biasa dan menjadi salah satu pemain dengan menit bermain terbanyak di skuad Milan. Ia bahkan menempati posisi keempat dalam daftar akumulasi menit bermain. Sementara itu, Rabiot juga menjadi bagian penting dalam lini tengah Milan dan berada di posisi keenam dalam daftar tersebut.
Keduanya membuktikan bahwa pengalaman masih menjadi faktor penting dalam strategi Allegri. Selain itu, hanya Koni De Winter yang berhasil masuk dalam jajaran pemain utama dari rekrutan baru. Bek muda yang didatangkan dari Genoa tersebut mulai menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa pertandingan terakhir.
Tantangan Allegri dalam Mengoptimalkan Skuad
Kondisi ini menunjukkan adanya tantangan besar bagi Max Allegri dalam mengelola skuad yang ada. Dengan banyaknya pemain baru yang belum optimal, ia harus mencari keseimbangan antara investasi jangka panjang dan kebutuhan hasil instan. Di sisi lain, ketergantungan pada pemain berpengalaman juga menjadi perhatian tersendiri.
Milan perlu memastikan bahwa regenerasi skuad tetap berjalan tanpa mengorbankan performa tim di lapangan. Manajemen klub kini berada dalam posisi sulit untuk menilai efektivitas belanja besar tersebut. Evaluasi mendalam kemungkinan akan dilakukan untuk menentukan arah kebijakan transfer di masa depan.
Dengan situasi yang ada, AC Milan dituntut untuk segera menemukan formula terbaik agar investasi besar yang telah dilakukan tidak menjadi sia-sia. Dapatkan berita sepak bola terbaru setiap hari, mulai dari skor langsung, analisis pertandingan, kabar transfer, dan prediksi akurat yang bisa kalian ikuti secara lengkap dan eksklusif hanya di goalflight.com.